SINOPSIS NOVEL "99 CAHAYA DI LANGIT EROPA"


Hallo teman-teman, Pada artikel kali ini, Kami mau share " Sinopsis Novel 99 Cahaya Di Langit Eropa " . Langsung saja, simak artikel berikut ini.



Buku 99 Cahaya di Langit Eropa adalah buku kedua yang diciptakan oleh Hanum Salsabiela Rais dan ditulis bersama suaminya, Rangga Almahera. Buku ini berisi tentang sejarah islam di Eropa. Buku ini dibawakan dengan suasana yang berbeda, membawa kita kedalam lingkungan yang hidup dan bukan hanya sekedar cerita pribadi, namun juga sejuta sejarah dan rahasia islam di Eropa.
Dengan membaca buku ini kita akan lebih mengenal sejarah islam yang ada di Benua Eropa dan kita akan mengetahui bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.
Buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan. Namun karena isi bacaan ada beberapa yang menggunakan bahasa baku dan bahasa asing, akan lebih cocok jika disuguhkan untuk para remaja ke atas.
1.      TOKOH
  •   Hanum Salsabiela Rais (Acha Septriasa)
  •   Rangga Almahera (Abimana Aryasatya)
  •   fatma pasha  (Raline Shah)
  •   Marion latimer (Dewi Sandra)
  •   Stefan  (Nino Fernandez)
  •   Khan (Alex Abbad)


2.      Roman/ Novel:
 99 Cahaya di langit eropa

3.     Pengarang                      
  •   Hanum Salsabiela Rais
  •   Rangga Almahera


4.     PENERBIT:
        PT.  GRAMEDIA  PUSAKA  UTAMA,  JAKARTA

5.     Tebal Buku:
 420 halaman

6.     Pelaku utama
  •   Hanum
  •   Rangga Almahera


7.     PENULIS
  •   Hanum Salsabiela rais
  •   Rangga Almahera


8.     Sinopsis:
Kisah ini dimulai saat aku ikut suamiku tinggal di Eropa, saat mendapat beasiswa di Universitas di Austria. Aku tinggal di Eropa selama 3 tahun. Untuk pertama kalinya, aku merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualku untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda. Hingga akhirnya aku menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepak bola San Siro, Colloseum Roma, atau gondola gondola di Venezia. Pencarianku telah mengantarkanku pada daftar tempat-tempat ziarah baru di Eropa. Bagi saya, berada di Eropa selama lebih dari tiga tahun adalah pengalaman yang tak ternilai harganya. Aku tak menyangka Eropa sesungguhnya juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam.
Pertemuanku dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkanku untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Fatma pasha berhasil menggugah jiwaku untuk menjelajahi islam di Eropa. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.
Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya.
Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan.
Di Paris terdapat sebuah kota yang bukanlah kota islam, namun toleransi antar umat agama menjadi landasan utama kota ini. Pada kota ini ilmu pengetahuan bertumbuh dan mampu mengispirasi kota lain.
Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul masuk dalam manifest perjalanan spiritualku selanjutnya. Saat memandang matahari tenggelam di Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, aku bersimpuh. Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.
Akhir dari perjalananku selama 3 tahun di Eropa justru mengantarkanku pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkanku pada sumber kebenaran abadi yang Mahasempurna.

Sekian sinopsi dan resensi singkat novel  99 Cahaya di Langit eropa, tulisan ini saya ambil dari beberapa sumber. Maka dari itu apabila ada kesalahan dari artikel ini saya mohon maaf. Dan jangan lupa untuk selalu cek blog kami setiap hari senin dan kamis


Instagram Kami

Comments

Popular posts from this blog

Apakah Aman dan Efektif Menghilangkan Jerawat Dengan Pasta Gigi?

KEPOIN YUKKK, CREAM PENGHILANG BEKAS JERAWAT YANG MURCE DAN AMAN!

Mata Panda..Oh no!!! Berikut ini adalah beberapa tips menghilangkan mata panda