TERNYATA KEBIASAAN ORANG INDONESIA BERIKUT INI SALAH MENUT MEDIS LOH!!
Hallo
teman-teman, Pada artikel kali ini, kami mau share nih mengenai “Fakta Kebiasaan
Orang Indonesia Yang Ternyata Salah Secara Medis”. Langsung saja, simak artikel
berikut ini.
Setiap negara
pasti memiliki keunikan masing-masing, salah satunya Indonesia yang punya
banyak sekali budaya. Hal ini karena Indonesia memiliki banyak sekali suku dan
budaya, selain itu kebiasaan yang sudah diwariskan turun-temurun juga menjadi
satu keunikan Indonesia. Beberapa kebiasaan yang kita anggap normal sebagai
orang Indonesia. Hampir semua penduduk Nusantara melakukannya, atau seenggaknya
wajar saja ketika orang-orang di sekitar mereka melakukannya. Namun tahukah
kamu bahwa kebiasaan tersebut ternyata salah secara medis. Kebiasaan apakah
itu? Langsung kita simak saja.
1. MEMAKAI PAKAIAN TEBAL /
SELIMUT KETIKA DEMAM
FAKTA : Pakaian
tebal/ selimut akan menaikan suhu tubuh. Suhu yang sangat tinggi (39 derajat
atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang. Disarankan untuk
mengenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin.
2. KALAU DEMAM TIDAK BOLEH MANDI
FAKTA : Dengan mandi ketika demam dapat menurunkan suhu tubuh yang sedang meningkat. Tetapi, kalau demam disertai dengan rasa menggigil, mandi dengan air hangat akan lebih baik atau kompres dengan air hangat.
3. MANDI MALAM HARI MENYEBABKAN REMATIK
FAKTA : Hal ini tidak benar. Kalau kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan memerlukan mandi untuk kebersihan, tidak ada masalah meskipun mandi malam hari. Tetapi pada penderita rematik, dianjurkan mandi dengan air hangat.
4. PENDERITA CACAR AIR ATAU CAMPAK TIDAK BOLEH MANDI
FAKTA : Hal ini malah bertentangan dengan prinsip medis, dimana pada penderita penyakit cacar air atau campak dengan kelainan pada kulit yang menyeluruh, justru harus menjaga kebersihan kulit dengan mandi lebih sering agar perluasan penyakit dapat dicegah, disamping menggunakan obat.
5. ANGIN DUDUK HARUS DIKEROK ATAU DIPIJAT
FAKTA : Apabila menderita angin duduk, jangan dipijat atau dikerok. Kejadian orang yang meninggal ketika dipijat, menunjukkan betapa penangan yang salah dapat berakibat fatal. Hal yang harus dilakukan adalah pemberian oksigen dan obat serta tindakan diagnostik khusus. Ini mungkin merupakan gejala awal serangan jantung berat akibat sumbatan darah keseluruh tubuh.
6. MASUK ANGIN HARUS DIKEROK
FAKTA : Kerokan ternyata bukan pertanda anginnya keluar, melainkan pecahnya pembuluh kapiler tepi yang berada dikulit. Tidak mengherankan, jika beberapa waktu setelah kerokan, gejala-gejala masuk angin akan kembali terjadi. Kerokan akan menimbulkan rasa sakit, tapi karena sudah ada rasa sakit atau pegal otot, maka dengan rangsangan sakit yang baru akan menimbulkan rasa seolah-olah rasa sakit pertama berkurang atau "terlupakan".
2. KALAU DEMAM TIDAK BOLEH MANDI
FAKTA : Dengan mandi ketika demam dapat menurunkan suhu tubuh yang sedang meningkat. Tetapi, kalau demam disertai dengan rasa menggigil, mandi dengan air hangat akan lebih baik atau kompres dengan air hangat.
3. MANDI MALAM HARI MENYEBABKAN REMATIK
FAKTA : Hal ini tidak benar. Kalau kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan memerlukan mandi untuk kebersihan, tidak ada masalah meskipun mandi malam hari. Tetapi pada penderita rematik, dianjurkan mandi dengan air hangat.
4. PENDERITA CACAR AIR ATAU CAMPAK TIDAK BOLEH MANDI
FAKTA : Hal ini malah bertentangan dengan prinsip medis, dimana pada penderita penyakit cacar air atau campak dengan kelainan pada kulit yang menyeluruh, justru harus menjaga kebersihan kulit dengan mandi lebih sering agar perluasan penyakit dapat dicegah, disamping menggunakan obat.
5. ANGIN DUDUK HARUS DIKEROK ATAU DIPIJAT
FAKTA : Apabila menderita angin duduk, jangan dipijat atau dikerok. Kejadian orang yang meninggal ketika dipijat, menunjukkan betapa penangan yang salah dapat berakibat fatal. Hal yang harus dilakukan adalah pemberian oksigen dan obat serta tindakan diagnostik khusus. Ini mungkin merupakan gejala awal serangan jantung berat akibat sumbatan darah keseluruh tubuh.
6. MASUK ANGIN HARUS DIKEROK
FAKTA : Kerokan ternyata bukan pertanda anginnya keluar, melainkan pecahnya pembuluh kapiler tepi yang berada dikulit. Tidak mengherankan, jika beberapa waktu setelah kerokan, gejala-gejala masuk angin akan kembali terjadi. Kerokan akan menimbulkan rasa sakit, tapi karena sudah ada rasa sakit atau pegal otot, maka dengan rangsangan sakit yang baru akan menimbulkan rasa seolah-olah rasa sakit pertama berkurang atau "terlupakan".
Terima kasih teman-teman telah
membaca artikel dari kami, Dan jangan lupa follow akun Instagram kami di
@bellabe13.blogspot dan Fanpage Facebook Kami di Bellabe13.blogspot Dan cek
selalu blog kami setiap hari Senin dan Kamis
SC. Zonakesehatanindo

Comments
Post a Comment